Suka Duka Solo Traveler

Sebagai seorang solo traveler — yang sebenarnya bukan menjadi pilihan, tetapi karena saya belum beruntung memiliki pasangan dan jadwal liburan antara saya dengan rekan atau sahabat seringkali tidak berpapasan — memiliki tantangannya tersendiri.

Dibutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang ketika memutuskan untuk bepergian seorang diri, khususnya ke tempat-tempat yang sama sekali asing, baik budaya maupun bahasa. Persiapan dan perencanaan seperti menentukan anggaran yang dapat digunakan selama perjalanan, penelitian mengenai tempat-tempat yang ingin dikunjungi serta kegiatan apa saja yang ingin dilakukan adalah hal-hal yang setidaknya harus dipersiapkan.

Walaupun dengan bermacam-macam persiapan dan perencanaan yang telah saya buat sebelum bepergian, tidak jarang saya tetap mengalami kesulitan dalam perjalanan. Dengan kemampuan membaca peta yang minim, saya harus belajar untuk tetap tenang ketika tiba-tiba saya menemukan diri saya tersesat ditempat dimana tidak seorangpun mengerti apa yang saya bicarakan dan hal tersebut bukan merupakan satu-satunya tantangan yang saya hadapi ketika saya bepergian sendiri.

Hal yang paling melelahkan dan memakan banyak waktu adalah ketika dalam perjalanan, saya harus pergi dari satu penyedia paket perjalanan ke lainnya untuk bertanya apakah ada paket perjalanan yang dapat mengakomodasi satu orang dengan menyelipkan saya diantara grup tur yang sudah ada sehingga saya tidak harus menghabiskan uang untuk mendapatkan layanan tur ekslusif (private tour), yang sudah tentu akan jauh lebih mahal. Kadang saya beruntung bisa mendapatkan tempat diantara tur grup yang sudah ada, tetapi tidak jarang juga setelah menghabiskan waktu berjam-jam, saya tidak juga mendapatkan tempat dimanapun.

Berangkat dari pengalaman tersebut, saat ini saya lebih memilih untuk menjelajahi tempat-tempat yang saya kunjungi sendiri sambil berbaur dengan penduduk lokal. Dengan cara seperti ini, saya bahkan lebih mendapat kepuasan tersendiri karena penduduk lokal tentunya adalah orang-orang yang paling mengerti potensi apa saja yang ada pada daerah mereka, sehingga pengalaman yang saya rasakan lebih orisinil.

Pengalaman ini membuat saya berpikir bahwa alangkah baiknya jika terdapat satu media / platform yang dapat mempertemukan orang-orang seperti saya dengan para penduduk lokal yang bisa menjadi pemandu lokal yang bersedia untuk menemani dan memamerkan keindahan daerahnya. Hal itu akan menjadi keuntungan baik bagi para penjelajah yang tidak harus pergi dari satu penyedia paket perjalanan ke lainnya, tetapi juga untuk para pemandu lokal yang bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Setidaknya sekarang, hal itu sudah bukan hanya sekedar mimpi.

Share:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn

Community Manager Traventure.id. Pengembara yang suka melamun. Bisa ditemukan dimana-mana. Bukan, bukan Tuhan tetapi memang belum punya tempat tinggal tetap dan tidak pernah lepas dari buku jurnalnya.

Maesa

Community Manager Traventure.id. Pengembara yang suka melamun. Bisa ditemukan dimana-mana. Bukan, bukan Tuhan tetapi memang belum punya tempat tinggal tetap dan tidak pernah lepas dari buku jurnalnya.